Laman

Sabtu, 09 Juni 2012

Telur Emas

Telur Emas - go-motivasi.blogspot.com
Sebuah dongeng rakyat yang sampai sekarang masih cukup terkenal, dan sampai sekarang tetap saya ingat karena telah memberikan inspirasi yang mendalam bagi saya. Dikisahkan seorang peternak angsa, memiliki begitu banyak angsa di peternakannya. Sang peternak adalah seorang yang rajin memelihara angsa-angsanya, hanya saja karena pengelolaan peternakannya yang sederhana dan tidak pernah diupayakan untuk ditingkatkan, maka hasil telur dari angsa-angsa ini selalu begitu-begitu saja tidak pernah memberikan peningkatan penghasilan bagi sang peternak.

Suatu pagi, seperti biasa sang peternak bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kandang-kandang angsanya untuk segera mengumpulkan telur-telur yang dihasilkan si angsa hari itu. Betapa terkejutnya sang peternak ketika mendapati sebuah telur berwarna kuning keemasan dari seekor angsa tua di kandang paling ujung.

"Siapa yang pagi-pagi telah berusaha mempedayai saya…", gumamnya dalam hati sambil memungut telur keemasan tadi. "Mungkinkah ini sebuah telur dari emas", pikirnya kemudian.

Lama dia berpikir me-logika terhadap apa yang terjadi dengannya pagi itu, sambil terus memandangi telur keemasan digenggamannya. Merasakan beratnya, mengetuk-ngetukkannya pada batu, menggores-goreskannya, sampai pada suatu keyakinan dalam hati pak peternak bahwa dia harus bergegas memastikan benda apa itu.

Jumat, 08 Juni 2012

Saya Tidak Tahu

Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang anda   dapat katakan adalah "Saya tidak tahu". Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya.                       
                                             
Seringkali, karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal. Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh.       
                                              
Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan.

Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Kekuatan Penghargaan

Kekuatan Penghargaan
Ada kisah nyata seorang penyanyi terkenal di Eropa, seorang wanita yang memiliki suara yang bagus sekali. Wanita ini bersuamikan pemain musik, pemain keyboard, dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, tangga nada dan hal-hal lain di bidang musik semacam itu, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Kalau isterinya menyanyi selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi, lain kali dia berkata bagian ini kurang pelan, lain kali dia berkata bagian akhir harusnya "kres"..naik sedikit, dsb..selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya sang wanita malas menyanyi. Dia berkeputusan...wah gak usah nyanyi aja deh, apa aja salah terus, nyanyi apa aja ada yang kurang. Enggak usah nyanyi kalau nyanyi kadang malah bertengkar...

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya: "Pak, bagaimana laguku pa?" dan dia berkata kepada isterinya: "Ma...saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi, ma!!" Lain kali dia berkata,"Ma..kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli kali ma..., karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja....Sebelum saya menikah denganmu ma...saya sering mimpi dan terngiang2 suara2 gergaji dll yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyani...lagumulah yang terngiang2..."

Kamis, 07 Juni 2012

Kekuatan Pikiran

Kekuatan Pikiran
Prinsip paling mendasar dalam pemikiran selama ini adalah : “Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa… tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa Anda tidak bisa".

Jadi apakah Anda akan berhasil atau gagal, sepenuhnya adalah tergantung pada diri Anda sendiri. Kesuksesan atau kegagalan Anda sangat tergantung kepada keputusan mental yang Anda ciptakan di dalam pemikiran Anda sendiri. Kesuksesan akan datang dalam bentuk “Bisa” sedangkan, kegagalan akan datang dalam bentuk “Tidak Bisa”.

Orang-orang yang sukses adalah mereka yang menggunakan seluruh potensi pikiran mereka yang sangat luar biasa, mereka selalu mengembangkan dan memaksimalkan potensi dirinya melalui pikiran untuk pencapaian tujuan mereka. Mereka memliki pikiran yang positif dengan hasrat dan kepercayaan terhadap diri sendiri yang sangat luar biasa sekali, semangat mereka membara untuk mencapai tujuan mereka. Biasanya mereka selalu memiliki pikiran yang positif dan jernih dalam melakukan segala perilaku dan tindakan.

Jika Anda dapat menggunakan kekuatan pikiran ini, maka kekuatan ini akan mengubah mental dan perilaku Anda, tentu saja kehidupan Anda akan berubah menjadi semakin baik dan positif.

Anda akan selalu terinspirasi dan termotivasi dengan pikiran positif Anda, tentu akan semakin banyak peluang-peluang positif dalam hidup Anda yang dapat ditemukan dalam kerajaan pikiran Anda yang sangat luar biasa ini.

Sumber Motivasi

Sumber Motivasi
Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang kawan yang mengajukan pertanyaan, "Saya telah membaca banyak buku pengembangan diri, mendengar banyak kaset/CD motivasi, menghadiri berbagai seminar motivasi dan pengembangan diri, namun mengapa sampai saat ini saya masih belum sukses? Mengapa saat mengikuti seminar motivasi, saat masih di ruang seminar, saya sangat bersemangat dan termotivasi, namun setelah pulang ke rumah, motivasi saya hilang?, "Apa ada yang salah dengan diri saya?".

Cukup sulit bagi saya untuk bisa memberikan jawaban langsung. Kawan saya ini termasuk maniak buku. Buku-buku yang dia baca juga bukan buku sembarangan. Sebut saja nama penulis terkenal seperti Zig Ziglar, Erich Fromm, Maslow, Carl Rogers, Victor Frankl, William Glasser, Kiyosaki, Anthony Robbins, Maxwell Maltz, Stephen Covey, Dale Carnigie, Michael Hutchinson, Goleman, Martin Seligman, Bandler dan Grinder, Milton Erickson, dan sederet nama besar lainnya. Seminar yang ia datangi juga seminar-seminar mahal tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

Setelah minta waktu untuk berpikir, saya akhirnya mengajukan pertanyaan yang berhasil menemukan sumber masalahnya, "Apa yang paling penting bagi hidup anda?".
Mendengar pertanyaan ini kawan saya menjawab, "Ah, pertanyaan ini sudah sering ditanyakan pada saya. Dan saya sudah tahu jawabannya". "Kalau begitu, apa jawaban anda untuk pertanyaan ini?', kejar saya lagi. "Saya ingin sukses", jawab kawan saya singkat dan sedikit jengkel. Mungkin ia merasa bahwa pertanyaan saya ini terlalu sederhana bagi seseorang yang telah "kenyang" dengan hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan diri. "Mengapa sukses penting bagi diri anda?", tanya saya lagi.

Rabu, 06 Juni 2012

Tiga Sumber Misteri Kehidupan

Tiga Sumber Misteri Kehidupan
Apa sih sebenarnya yang mengarahkan pikiran kita sehingga kita bisa salah memberikan makna pada setiap kejadian yang kita alami?

Ada tiga hal yang mempengaruhi pikiran kita setiap saat dalam melakukan evaluasi yaitu kebodohan atau ketidaktahuan, keserakahan, dan kebencian. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Mari kita pelajari lebih lanjut.

Yang dimaksud dengan kebodohan atau ketidaktahuan bukan "bodoh" secara akademik, mendapatkan nilai jelek, tidak bisa mengerjakan soal ujian, atau tidak bisa menjawab pertanyaan yang sulit.

Kebodohan di sini maksudnya adalah kita tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak mau tahu mengenai (nilai) kebenaran. Ketidaktahuan ini mengakibatkan kita bertindak tanpa menyadari bahwa tindakan kita tidak sejalan dengan nilai spiritual.

Kebodohan kita adalah kita tidak tahu bahwa kitalah yang seharusnya mengontrol reaksi kita. Orang susah,
menderita, berada di bawah "garis" hidup yang layak, ketidakbahagiaan, dan masih banyak akibat negatif lain. Sayangnya, sekolah formal tidak pernah mengajarkan mengenai hal ini. Kita belajar dengan susah payah, dengan membayar "harga" yang sangat mahal, di sekolah kehidupan.

Pemenang Sejati

Pemenang Sejati
Ketika motivator itu berdiri sambil mengangkat kedua tangannya dan berteriak “aku bisa.... aku pasti bisa....., I’am the eagle, I’am the winner....!” serentak seluruh audience yang menghadiri pelatihan Motivational dan Leadership tersebut  berdiri dan melakukan hal yang sama dengan trainer tadi. Saat itu saya masih berusia 22 tahun, saya pernah mendapat pelatihan yang sama waktu saya masih duduk di semester 1, 2, dan 4 di lingkungan organisasi kampus saya. Belakangan ini saya pun bergelut dibidang tersebut dengan mengadakan training motivational, leadership, teambuilding sampai acara outbound bagi beberapa staf dan direksi perusahaan. Saat ini umur saya telah mencapai usia 25 tahun, namun saya merasakan beberapa hal besar yang sampai saat ini masih belum saya temukan jawabanya.

Saat seorang trainer berpengalaman menyodorkan kepada kita beberapa tugas yang merupakan bentuk virtual dari kehidupan yang sebenarnya dalam sebuah pelatihan leadership dan teambuilding, seolah kita berlomba-lomba dalam sebuah team untuk dapat menjadi yang nomor satu. Lantas terlintas dipemikiran sederhana saya, “apakah penekanan seluruh pelatihan ataupun masalah dalam seluruh kehidupan yang sebenarnya adalah hanya sekadar untuk nomor satu, sipemimpin atau seorang pemenang?”

Pemikiran sederhana saya itu seolah mementahkan beberapa konsep pemikir- pemikir besar yang telah ada, lantas untuk apa pelatihan team building yang notabene menekankan pemahaman pada soliditas dan kerjasama jika harus di “mentahkan” kembali dengan pelatihan Leadership yang cenderung merupakan sebuah “doktrinasi halus” sebuah kompetisi di dalam sebuah team....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...