Laman

Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Kisah Pemimpin Bijaksana

Kisah Pemimpin Bijaksana
Ada seorang pegawai negeri yang saleh pulang kerja lembur pada akhir bulan. Sementara pulang, dalam keadaan perut lapar sehabis lembur, dia berpikir alangkah enaknya kalau sampai di rumah nanti makan nasi panas dengan lauknya yang dibuat isteri tercintanya. Setelah sampai rumah dia disambut isterinya lalu cuci tangan dan minta disediakan makan. Isterinya menyampaikan bahwa makanan yang ada tinggal nasi dan hanya sedikit sayur bayam tanpa lauk. Sebagai orang yang saleh si pegawai negeri bersyukur karena menyadari bahwa setiap akhir bulan uang pasti sudah habis sehingga bisa makanpun sudah syukur.

Tiba-tiba dia punya ide alangkah nikmatnya kalau sore itu makan dengan sate ayam yang ada di dekat rumahnya karena sehabis lembur dia dapat uang transport yang bisa dipakai jajan sate ayam. Namun dia berpikir alangkah egoisnya kalau dia makan sate sendirian dan isterinya tidak. Dan besok mereka harus makan apa kalau uangnya dipakai jajan sate. Makan sate berdua dengan uang transport yang didapat barusan tidak cukup. Sebagai orang yang saleh dia memutuskan untuk memberikan uangnya kepada isterinya untuk membeli lauk pauk untuk besoknya. Tapi sore ini lauknya tiadak ada. Maka pikirnya mungkin nikmat juga kalau dia makan nasi panas di dekat penjual sate sebab jika bisa mencium baunya saja rasanya sudah seperti makan sate sungguhan. Maka berangkatlah dia sambil bawa nasi sendiri ke dekat tukang sate. Tentu dia cari posisi duduk dimana angin bertiup. Maka makanlah si pegawai negeri itu dengan lahap sambil tersenyum, rupanya nikmat juga walaupun hanya mencium bau sate.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...