Laman

Tampilkan postingan dengan label samudera bernama hati nurani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label samudera bernama hati nurani. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juni 2012

Samudera Bernama Hati Nurani

Samudera Bernama Hati Nurani
Jangan pernah berhenti memotivasi diri kita untuk selalu menjaga 'Samudera Bernama Hati Nurani' kita dari berbagai bentuk godaan yang hanya akan mengotorinya. Karena pada dasarnya hati nurani kita diciptakan-Nya dalam keadaan bersih dan suci.

Seorang penjahat yang telah membunuh banyak orang tertangkap dan dibawa ke hadapan seorang hakim yang jujur dan dikenal memiliki integritas yang tinggi. Setelah mempelajari kasusnya hakim ini pun mengambil keputusan yang tegas: menghukum mati si penjahat. Ini menimbulkan kegembiraan masyarakat. Hakim ini pun menjadi buah bibir dan pembicaraan di mana-mana.

Namun, selang beberapa waktu kemudian terungkaplah sebuah fakta baru. Ternyata si hakim telah mengenal si penjahat sejak 10 tahun yang lalu dan mereka berdua terlibat cinta segitiga. Cinta segitiga ini dimenangkan oleh si penjahat. Dialah yang menikahi wanita pujaan si hakim. Inilah yang membuat si hakim tetap ''hidup sendiri'' hingga sekarang.

Apa yang ada dalam pikiran Anda membaca cerita di atas? Menurut Anda, apa yang membuat hakim itu menjatuhkan hukuman mati? Sebuah pertimbangan hati nuranikah? Atau semata-mata pemenuhan sebuah kepentingan?

Pertanyaan seperti inilah yang perlu kita tanyakan kepada diri kita masing-masing setiap saat. Apalagi dalam situasi pemilu seperti sekarang di mana setiap kandidat menyerukan masyarakat agar mengikuti suara hati nuraninya. Tapi, masalahnya kenapa suara hati nurani itu bisa berbeda-beda? Orang yang mendukung seorang koruptor maupun pelanggar HAM juga berdalih mengikuti hati nurani. Bahkan, kata-kata ''mengikuti hati nurani'' kini telah menjadi merek dagang yang bisa ditafsirkan sesuai dengan kepentingan masing-masing
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...