Laman

Tampilkan postingan dengan label motivasi hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Kekuatan Penghargaan

Kekuatan Penghargaan
Ada kisah nyata seorang penyanyi terkenal di Eropa, seorang wanita yang memiliki suara yang bagus sekali. Wanita ini bersuamikan pemain musik, pemain keyboard, dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, tangga nada dan hal-hal lain di bidang musik semacam itu, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Kalau isterinya menyanyi selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi, lain kali dia berkata bagian ini kurang pelan, lain kali dia berkata bagian akhir harusnya "kres"..naik sedikit, dsb..selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya sang wanita malas menyanyi. Dia berkeputusan...wah gak usah nyanyi aja deh, apa aja salah terus, nyanyi apa aja ada yang kurang. Enggak usah nyanyi kalau nyanyi kadang malah bertengkar...

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya: "Pak, bagaimana laguku pa?" dan dia berkata kepada isterinya: "Ma...saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi, ma!!" Lain kali dia berkata,"Ma..kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli kali ma..., karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja....Sebelum saya menikah denganmu ma...saya sering mimpi dan terngiang2 suara2 gergaji dll yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyani...lagumulah yang terngiang2..."

Rabu, 06 Juni 2012

Tiga Sumber Misteri Kehidupan

Tiga Sumber Misteri Kehidupan
Apa sih sebenarnya yang mengarahkan pikiran kita sehingga kita bisa salah memberikan makna pada setiap kejadian yang kita alami?

Ada tiga hal yang mempengaruhi pikiran kita setiap saat dalam melakukan evaluasi yaitu kebodohan atau ketidaktahuan, keserakahan, dan kebencian. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Mari kita pelajari lebih lanjut.

Yang dimaksud dengan kebodohan atau ketidaktahuan bukan "bodoh" secara akademik, mendapatkan nilai jelek, tidak bisa mengerjakan soal ujian, atau tidak bisa menjawab pertanyaan yang sulit.

Kebodohan di sini maksudnya adalah kita tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak mau tahu mengenai (nilai) kebenaran. Ketidaktahuan ini mengakibatkan kita bertindak tanpa menyadari bahwa tindakan kita tidak sejalan dengan nilai spiritual.

Kebodohan kita adalah kita tidak tahu bahwa kitalah yang seharusnya mengontrol reaksi kita. Orang susah,
menderita, berada di bawah "garis" hidup yang layak, ketidakbahagiaan, dan masih banyak akibat negatif lain. Sayangnya, sekolah formal tidak pernah mengajarkan mengenai hal ini. Kita belajar dengan susah payah, dengan membayar "harga" yang sangat mahal, di sekolah kehidupan.

Pemenang Sejati

Pemenang Sejati
Ketika motivator itu berdiri sambil mengangkat kedua tangannya dan berteriak “aku bisa.... aku pasti bisa....., I’am the eagle, I’am the winner....!” serentak seluruh audience yang menghadiri pelatihan Motivational dan Leadership tersebut  berdiri dan melakukan hal yang sama dengan trainer tadi. Saat itu saya masih berusia 22 tahun, saya pernah mendapat pelatihan yang sama waktu saya masih duduk di semester 1, 2, dan 4 di lingkungan organisasi kampus saya. Belakangan ini saya pun bergelut dibidang tersebut dengan mengadakan training motivational, leadership, teambuilding sampai acara outbound bagi beberapa staf dan direksi perusahaan. Saat ini umur saya telah mencapai usia 25 tahun, namun saya merasakan beberapa hal besar yang sampai saat ini masih belum saya temukan jawabanya.

Saat seorang trainer berpengalaman menyodorkan kepada kita beberapa tugas yang merupakan bentuk virtual dari kehidupan yang sebenarnya dalam sebuah pelatihan leadership dan teambuilding, seolah kita berlomba-lomba dalam sebuah team untuk dapat menjadi yang nomor satu. Lantas terlintas dipemikiran sederhana saya, “apakah penekanan seluruh pelatihan ataupun masalah dalam seluruh kehidupan yang sebenarnya adalah hanya sekadar untuk nomor satu, sipemimpin atau seorang pemenang?”

Pemikiran sederhana saya itu seolah mementahkan beberapa konsep pemikir- pemikir besar yang telah ada, lantas untuk apa pelatihan team building yang notabene menekankan pemahaman pada soliditas dan kerjasama jika harus di “mentahkan” kembali dengan pelatihan Leadership yang cenderung merupakan sebuah “doktrinasi halus” sebuah kompetisi di dalam sebuah team....

Selasa, 05 Juni 2012

Tiada Ada Perbuatan Baik Yang Kecil

Tiada Perbuatan Baik yang Kecil
Hari itu hari Kamis, hari pengucapan syukur, hari yang direncanakan sebagai hari untuk ibadah. Hari khusus itu merupakan tradisi mingguan yang diprakarsai oleh dua gadis kecil, anakku dan aku sendiri sejak beberapa tahun lalu. Hari Kamis menjadi hari bagi kami untuk keluar ke alam bebas dan memberikan sumbangan positif. Pada hari Kamis yang khusus ini, kami tak punya gagasan pasti apa yang akan kami lakukan, tetapi kami tahu sesuatu akan muncul dengan sendirinya.

Sambil mengendarai mobil di sepanjang jalan Houston yang ramai, berdoa mohon bimbingan terhadap hasrat kami untuk memenuhi janji Hari Perbuatan Baik pekan itu. Ketika hari menjelang siang, sudah tentu perut dua bocah kecilku mulai lapar. Mereka berupaya menyadarkanku akan situasi mereka dengan bernyanyi, "McDonald, McDonald, McDonald, ...." sepanjang perjalanan. Aku menyerah dan dengan bersungguh-sungguh mulai mencari-cari McDonald terdekat. Mendadak aku sadar bahwa di setiap persimpangan jalan yang kulewati selalu ada beberapa pengemis. Hal itu menggugah hatiku! Jika dua anakku yang kecil kelaparan, semua pengemis itu tentunya kelaparan juga.

Tepat! Sasaran Perbuatan Baik yang akan kami lakukan telah muncul dengan sendirinya. Kami pergi membeli makan siang untuk para pengemis itu. Setelah menemukan McDonald dan memesan dua Happy Meals untuk gadis-gadis kecil itu, aku memesan tambahan 15 kotak makan siang dan kami pun keluar untuk membagikannya. Benar-benar menggembirakan. Kami menghampiri setiap pengemis, memberikan sumbangan kami, lalu memberitahu mereka bahwa kami berharap keadaan mereka baik-baik saja. Lalu kami mengatakan, "Eh omong-omong, ini ada makan siang." Lalu kami pun melaju ke persimpangan berikutnya. Itu adalah cara terbaik untuk memberi. Tak ada waktu cukup bagi kami untuk memperkenalkan
diri kami atau menerangkan apa yang kami lakukan, juga tak ada waktu bagi mereka untuk mengatakan sesuatu kembali kepada kami.

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya.....

Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Senin, 04 Juni 2012

Tips Agar Lebih Percaya Diri

Tips Agar Lebih Percaya Diri
Rasa percaya diri merupakan salah satu modal untuk meraih sukses dalam meniti karier. Tetapi masalahnya, tidak semua orang memiliki rasa percaya diri yang memadai. Makanya jika anda termasuk orang yang tidak atau kurang "pede", jangan cuma pasrah. Tumbuhkan dan kembangkan rasa percaya diri anda. Dan jika anda sudah memiliki rasa percaya diri yang baik, peliharalah rasa "pede" tersebut. Caranya? 

Lakukan hal-hal berikut ini:

Pujilah diri sendiri
Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika anda berhasil meraih prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, "ya saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras". Kalau perlu berikan hadiah pada diri anda sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang telah lama anda inginkan. Memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan menggangu orang lain dapat berpengaruh positif pada anda. Karena tindakan ini dapat membantu anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas anda. Dengan demikian anda juga telah belajar menghargai diri sendiri.

Titik Es Dalam Hati

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab, tetapi dia mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pulang lebih awal dengan cepat sekali. Yang tidak sengaja terjadi adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya.

Tangannya sudah merah kebengkak-bengkakan memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: Dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.

Lunas

Terkadang kita sebagai anak merasa sudah sangat berjasa kepada orang tua. Padahal perjuangan, pengorbanan dan kasih sayang orang tua kepada anak sangat besar dan terus tiada henti sampai akhir hayatnya.

Berikut ini ada penggalan cerita  yang sangat menarik mengenai hubungan anak dan ibunya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmahnya dan menjadikan suatu inspirasi yang bisa memotivasi diri kita agar lebih menghormati dan menyayangi orang tua.

Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya.

Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

Ma, berikut ini utang mama kepada saya selama ini:
Untuk memotong rumput Rp 50.000
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp 10.000
Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp 25.000
Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp 25.000
Untuk membuang sampah Rp 10.000
Untuk rapor yang bagus Rp 50.000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp 30.000
Jumlah utang Rp 200.000

Sabtu, 02 Juni 2012

Tolong Maafkan Aku Kawan

"Tolong maafkan aku kawan". Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. 

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : 
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU. 

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.  

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: 
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, 
"Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" 

Tuluskah Senyumku Untukmu

Tuluskah Senyumku Untukmu
Apa yang akan Anda lakukan ketika berjumpa seseorang dengan sesungging senyum manis di lekuk bibirnya? Bandingkan reaksi Anda apabila orang yang dijumpai itu mengerutkan bibir dengan tatapan mata tajam. Tak ada ekspresi senyum sedikit pun di wajahnya. Hampir pasti akan muncul respons berbeda untuk dua situasi tersebut.

Ekspresi di wajah seseorang berpengaruh langsung terhadap pola komunikasi dan bentuk interaksi sosial yang terjadi, termasuk ekspresi balasan yang ditampilkan kemudian.

Di gerbang tol Jatiwarna, Bekasi, misalnya, bagai oase saat memasuki antrean di salah satu gerbang tol. Saya juluki gerbang tol itu paling cerdas dari sekian banyak gerbang tol yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Gerbang pada ruas Jatiwarna ini adalah loket jalan keluar menuju salah satu taman wisata di timur Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Meski antrean kendaraan begitu panjang, petugas selalu proaktif mengambil kartu, menerima pembayaran, dan siap dengan uang kembali.

Istri dan Mantan Istri

Suatu sore dipinggiran kampus, aku seperti biasa, makan nasi goreng kesukaanku. Nasi goreng. Ya hanya nasi goreng yang biasa dijajakan melalui gerobak dorong. Boleh di kata bahwa inilah nasi goreng kesukaannku, selain enak juga murah. Sekian lama aku menjadi pelanggan, sedikit demi sedikit muncul keberanianku untuk bertanya masalah yang cukup sensitif : Masalah keluarga.

Pak Toyib (nama samaran), memang selalu mengganjal dalam fikiranku. Karena ketika kami berinteraksi, tampak jelas dari isi pembicaraan, gaya bahasa yang digunakan bukanlah bahasa orang yang tidak berpengalaman. Usianya sekitar 68 tahun, meskipun rambut dan kumisnya telah memutih, tetapi tatapan matanya sangatlah tajam, setajam tatapan mata para dosen di kampusku. Terkadang aku kasihan melihatnya, karena tampak ia dengan sangat terpaksa mendorong gerobak. Tubuhnya tidaklah kekar.

Waktu itu kebetulan tidak ada pembeli yang singgah, sehingga sambil menikmati nasi goreng aku dapat mendengarkan kisah hidupnya. Seperti yang telah beliau ceritakan, bahwa beliau memiliki lima orang anak. Dua orang dari istri pertama, dan tiga orang dari istri kedua.

Yes, I Like Monday

jenuh
Kecuali robot, hampir setiap karyawan pernah punya masalah jenuh bekerja. Tak peduli bos maupun karyawan biasa. Jika Anda termasuk salah satunya, don wori, bi api.

Anda bisa menyelesaikan masalah itu asal mau melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan robot: mengubah pola pikir!

Kujemu dengan hidupku ... Kerja keras bagai kuda, dicambuk dan didera ...

Ulung dan Yuni, sepasang sohib karib yang bekerja di sebuah industri kimia, suka menyanyikan lagu Koes Plus ini bareng-bareng di tahun 2001. Waktu itu mereka sama-sama jenuh setelah bekerja selama dua tahun. Keduanya jemu dengan hidup mereka yang tak beranjak dari mes ke pabrik. Berangkat kerja saat Matahari baru terbit, lalu seharian berurusan dengan mesin dan bahan-nahan kimia. Pulang kerja menjelang Matahari terbenam, masuk mes, nonton teve, tidur. Esoknya bangun, kerja lagi, dan begitu seterusnya siklus hidup mereka.

Di akhir tahun, Ulung mengundurkan diri karena merasa tak sanggup lagi bertahan. Sementara sahabat karibnya memilih tetap di tempat. Tiga bulan setelah keluar, Ulung mengirim pesan pendek kepada sohib-nya, "Secapek-capeknya kerja di pabrik, masih lebih enak daripada jadi pengangguran."

Jumat, 01 Juni 2012

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

Setiap pribadi memiliki karakter yang sangat variatif dengan berbagai macam kualitas penilaian dari masing-masing manusia. Tentunya hasil penilaiannya tidak jauh dari nilai jelek, lumayan, bagus dan sangat bagus. Semakin bagus kualitas pribadi seseorang, semakin besar peluang seseorang untuk disukai. Berikut ini merupakan 10 kualitas pribadi yang disukai:
  1. Tulus
    Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya, 'Ya jika Ya dan Tidak jika Tidak'. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Hidup Itu Harus Semangat

Pagi ini saat Anda terbangun, sadarkah Anda bahwa Anda sedang bernafas? Atau segala rutinitas Anda telah membuat Anda menjadi terlalu sibuk untuk menyadari bahwa sebenarnya diri Anda masih hidup.

Selama kita masih hidup, berarti kita telah siap menerima segala surprise kehidupan. Tidak ada jenis surprise yang baik atau buruk, semua itu tergantung kita, apakah kita bisa menerimanya atau tidak. Suka ataupun tidak, hidup itu harus dijalani. Bagaimana kita menjalaninya tergantung cara kita menghadapinya. Ada satu cara cerdas untuk mengawalinya. Semangat!!!

Banyak orang hidup dalam perasaan tertekan, khawatir, dan lesu. Keadaan ini hanya akan menghasilkan pikiran negatif dalam benak Anda, Anda hanya akan menjadi orang yang pesimis, tidak berdaya, lemah, dan stress. Jangan menambah tumpukan racun dalam diri sendiri.

Cinta dan Waktu

Cinta dan Waktu
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak, ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.

Kamis, 31 Mei 2012

Apa Yang Diinginkan Wanita

Apa Yang Diinginkan Wanita
Kalah perang, seorang pangeran diberi kesempatan setahun oleh musuhnya untuk mencari jawaban atas pertanyaan: Apa yang diinginkan perempuan? Kalau dalam setahun tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, sang pangeran akan digantung.

Bertanya kesana-kemari, tak ada satupun jawaban yang memuaskan. Akhirnya ketika satu tahun hampir lewat, seseorang memberinya saran untuk bertanya kepada seorang nenek sihir. Ketika pangeran menemukan si nenek sihir dan menanyakan pertanyaan tersebut, si nenek sihir mengatakan bahwa ia hanya akan menjawab jika sahabat pangeran yang bernama Peter mau mengawininya.

Pangeran tentu saja tidak tega untuk menikahkan sahabatnya dengan nenek sihir yang selain jelek juga bau. Akan tetapi Peter yang merasa banyak berhutang budi dan ingin menunjukkan baktinya, mengatakan bahwa ia sanggup mengawini nenek sihir tersebut.

Rabu, 30 Mei 2012

Mari Kita Renungkan

Mari Kita Renungkan
Anda yang saat ini berdiri tegak, berjalan dengan kepala terangkat, merendahlah, duduklah barang sesaat untuk dapat melihat orang-orang disekitar yang tengah merangkak, terkapar, bahkan sekarat diterjang kefakiran, ketidakpunyaan, kebodohan, kemaksiatan dan ketertindasan. Bukankah hanya dengan merendah semua bentuk keprihatinan akan terlihat dengan jelas oleh mereka yang berdiri. Dan bukankah jika terus berdiri mata ini hanya akan lebih  terfokus menatap ke depan sehingga tak jarang kita lupa untuk sesekali saja melihat ke bawah.

Sekedar mengingatkan, tanpa disadari, harta, keluarga yang bahagia, jabatan dan kehidupan yang mapan tak jarang membangun ketinggian hati dan menjulangkan menara harga diri sehingga seringkali kita lupa bahkan enggan duduk merendah, menyapa dan mengulurkan tangan kepada mereka yang sudah terbiasa menganga menahan haus dan lapar, terbelalak menyaksikan pameran kekayaan yang seringkali kita pertontonkan di hadapan mereka, melewati piring-piring kaleng kosong dan mangkuk-mangkuk plastik tempat menaruh receh di pinggir jalan. Sekali  lagi, berhentilah, duduklah barang sesaat agar nampak jelas apa yang semestinya kita perbuat, agar lebih terdengar suara-suara berbicara dihati ini.

Kue dari Tuhan

Kue
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, 
"Tentu saja, I love your cake."
"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. 
"Yaiks," ujar anaknya.
"Bagaimana dgn telur mentah ?"
"You're kidding me, Mom."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"
"Mom, semua itu menjijikkan."
Lalu Ibunya menjawab, 
"ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."

Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Selasa, 29 Mei 2012

Membaca Hati

Membaca Hati
"Membaca itu tidak sekedar melihat. Sahabat yang baik akan lebih banyak 'membaca' hati kita dari pada sekedar 'melihat' keadaan kita."

Seorang anak kecil yang sedang belajar membaca, bertanya kepada ayahnya yang sedang mengemudikan mobilnya,
"Kenapa sih mobil di depan ada tulisan BELAJAR?"
"Oh, itu berarti mobil khusus untuk belajar stir, sayang. Om yang nyopir mobil itu sedang belajar setir mobil."

"Lalu kenapa truk yang di sebelahnya ada tulisan AWAS REM MENDADAK?"
"Maksudnya, itu untuk peringatan mobil di belakangnya, bahwa sewaktu-waktu sopirnya bisa menginjak rem dan berhenti mendadak. Supaya tidak tabrakan!"

"Oh, maksudnya supaya kendaraan yang lain hati-hati?"
"Iya nak, benar sekali."

Mengapa Ibu Menangis

Mengapa Ibu Menangis
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?". 
Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". 
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. 
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. 
"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....". 
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. 
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?".
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". 
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...